MTs Al-Islam menyelenggarakan ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) dengan kegiatan menata tumpeng pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian pelaksanaan Ujian Madrasah bagi siswa kelas IX tahun pelajaran 2025/2026.
Sebanyak 60 tumpeng disiapkan dan ditata oleh para siswa secara berkelompok. Jumlah tersebut disesuaikan dengan peringatan Hari Lahir Pondok Pesantren Al-Islam yang ke-60 tahun, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran, tetapi juga bentuk partisipasi dalam momentum bersejarah lembaga.
Kegiatan menata tumpeng ini dilaksanakan sebagai upaya melestarikan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Selain lomba menata tumpeng, siswa juga mengikuti lomba membuat garnis dari sayuran sebagai pelengkap sajian. Melalui ujian praktik ini, siswa tidak hanya dinilai dari aspek keterampilan, tetapi juga kekompakan, kerja sama tim, serta kreativitas dalam menghias dan menyajikan tumpeng sesuai dengan kemampuan masing-masing kelompok.
Suasana kegiatan tampak meriah dan penuh semangat. Setiap kelompok berupaya menampilkan hasil terbaik dengan kreasi hiasan yang beragam dan menarik, baik dari bentuk tumpeng maupun variasi garnis sayuran yang dibuat. Nilai estetika, kerapian, kreativitas, serta cita rasa menjadi aspek penting dalam penilaian ujian praktik tersebut.
Selain itu, para guru dan panitia turut memberikan pendampingan serta arahan selama proses penataan tumpeng berlangsung. Hal ini dilakukan agar siswa dapat bekerja secara terstruktur, menjaga kebersihan, serta memahami makna filosofis dari tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan doa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran yang bermakna.
Kepala MTs Al-Islam, Zayyini Rusyda M, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para siswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi siswa ketika terjun di masyarakat. Selain itu, ini juga menjadi doa dan harapan bersama agar seluruh siswa kelas IX diberi kelancaran dalam menghadapi Ujian Madrasah dan lulus dengan nilai yang maksimal,” ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, hasil karya siswa dinilai oleh tim penilai berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Selanjutnya, tumpeng dan garnis yang telah dibuat disajikan untuk makan siang seluruh guru sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Momen tersebut juga diisi dengan doa bersama seluruh guru untuk Pondok Pesantren Al-Islam yang ke-60, sebagai ungkapan syukur dan harapan agar lembaga semakin maju, berkah, dan terus memberikan manfaat bagi umat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MTs Al-Islam tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan nilai kebersamaan di kalangan siswa.



