Categories
Kegiatan

Wujudkan Guru Humanis dan Pembelajaran Bermakna, MTs Al-Islam Joresan Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Joresan – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi pendidik, MTs Al-Islam Joresan menggelar workshop pendidikan bertajuk “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning untuk Membangun Karakter Humanis” pada Kamis, 14 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis madrasah dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus meneguhkan komitmen menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala MTs Al-Islam Joresan, Zayyini Rusyda M., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan pengembangan profesional.

Ia menyampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, sehingga guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna. “Peningkatan kompetensi guru di MTs Al-Islam harus terus dilakukan melalui pelatihan dan workshop. Guru tidak boleh berhenti belajar, karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya,” tegasnya.

Sebagai narasumber utama, hadir Iswahyuti, S.Pd., M.Pd., yang dikenal sebagai praktisi pendidikan dengan pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif konsep Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu pendekatan pembelajaran yang menempatkan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap potensi siswa sebagai fondasi utama proses pendidikan.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Guru diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik secara intelektual maupun emosional.

Selain itu, materi mengenai deep learning atau pembelajaran mendalam juga menjadi fokus pembahasan. Narasumber menjelaskan bahwa deep learning mendorong siswa untuk memahami konsep secara menyeluruh, berpikir kritis, serta mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun karakter humanis karena siswa diajak untuk tidak sekadar menghafal, melainkan memahami dan menginternalisasi nilai-nilai pembelajaran.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Para guru aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman praktik pembelajaran di kelas masing-masing. Pada sesi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang berfokus pada penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan deep learning.

Dalam kelompok-kelompok kecil, para guru berdiskusi dan menyusun rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai karakter, strategi pembelajaran aktif, serta asesmen yang mendukung pembelajaran bermakna. Hasil kerja setiap kelompok kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh peserta untuk mendapatkan masukan dan refleksi bersama.

Suasana presentasi berlangsung dinamis dan inspiratif. Banyak ide kreatif muncul dari para guru, menunjukkan komitmen kuat untuk mengimplementasikan hasil workshop dalam praktik nyata di kelas.

Menutup kegiatan, Kepala Madrasah menyampaikan harapan agar workshop ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Ia berharap para guru semakin termotivasi untuk mengembangkan diri sebagai pendidik yang profesional sekaligus penuh cinta dalam mendidik.

Dengan terselenggaranya workshop ini, MTs Al-Islam Joresan menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pendidikan, membangun budaya belajar yang humanis, dan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *